ucapan yang baik akan membawa kepada akhlak
Juduldi atas mengisyaratkan bahwa nasehat dapat dibagi menjadi dua kategori; nasehat yang baik dan nasehat yang tidak baik. Padahal secara umum, kata “nasihat” sering dikonotasikan hanya dalam rangka kebaikan dan seharusnya ditujukan untuk memberi kebaikan dan manfaat kepada orang lain. Tidak mungkin seseorang menjerumuskan orang lain melalui
Makadari itu kita sebagai pelajar harus senantiasa mengamalkan akhlak yang baik terhadap semua guru yang telah mendidik dan memotivasi kita dengan kesabaran dan keikhlasan tanpa meminta imbalan apapun. *Referensi kitab: Adabul ‘Alim wal Muta’allim, karya KH. Hasyim Asy’ari. **Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.
PerilakuAkhlak Manusia Kepada Allah, Mahluk, dan Lingkungan. Para hamba Allah dan kekasih Rosulullah yang berbahagia. Manusia adalah ciptaan Allah, mahluk yang sempurna (ahsani taqwiim) yang diberi amanat dan diberi tanggung jawab oleh Allah swt untuk beraktivitas tinggal di atas bumi ini. oleh karena itu manusia harus menjaga hubungan yang
7 "Bukan tentang apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu, melainkan apa yang kamu tinggalkan dalam diri anak-anakmu." 8. "Didiklah anak untuk mengenal dan mencintai Allah. Karena anak adalah amanah, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak." 9.
Berikutini adalah contoh ucapan kelahiran bayi yang dapat diucapkan untuk kelahiran anak pertama diantaranya: “Selamat atas kelahiran anak pertama yang diimpikan sejak lama. Semoga nanti bisa tumbuh dan berkembang sebagai anak yang berbakti dan membanggakan orang tuanya.”. “Selamat datang atas kedatangan anak pertama anda ke dunia!
Site De Rencontre Comorien En France. Ucapan selamat ulang tahun Islami. Foto Istock Jakarta - Ingin memberikan ucapan selamat ulang tahun pada keluarga atau teman? Berikut deretan ucapan yang Islami seperti barakallah fii ucapan selamat ulang tahun dalam Islam seperti dikutip dari hukumnya mubah atau boleh dilakukan. Mubah maknanya, jika dikerjakan tak mendapatkan pahala juga tak berdosa. Jika pun ditinggalkan tidak berdosa dan tidak berpahala. Agar ucapan yang kamu sampaikan tak sekadar ucapan tapi juga disertai doa sehingga bermanfaat untuk kebaikan, inspirasi ucapan selamat ulang tahun yang bermakna bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah ucapan barakallah fii umrik. Arti dari ucapan itu adalah semoga keberkahan selalu Allah limpahkan atas inspirasi lainnya, berikut ucapan selamat ulang tahun Islami, termasuk dengan kalimat barakallah fii umrikUcapan selamat ulang tahun Islami Foto Dok. Canva1. Barakallah fii umrik! Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat di sepanjang fase kehidupan kamu ke depannya, termasuk kesehatan dan umur yang Barakallah fii umrik ukhti saudara perempuan. Semoga selalu diberi kesehatan, selalu diberi umur yang berkah, dan sukses selalu, Happy milad. Semoga Allah SWT selalu memberimu kesehatan, kebahagiaan dan kemurahan rezeki, Selamat ulang tahun! Semoga Allah SWT menerima semua keinginan dan doa sepenuh hatimu hari Barakallah fii umrik, semoga di umurmu sekarang ini kamu diberkahi oleh Allah SWT. Milad selamat ulang tahun Islami untuk pacar, suami atau istri1. Barakallahu fii umrik suamiku! Semoga di tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang, kamu selalu sehat dan bahagia. Selamat ulang Miladuki sa'idy istriku. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan di sisa umur yang diberikan-Nya, semoga dapat menjadi wanita yang dirindukan oleh surga dan menjadi istri serta ibu yang dilimpahkan kebahagiaan selalu. Barakallah fii umrik ya, suami, ayah dari anak-anakku. Semoga engkau selalu dalam Barakallahu fii umrik. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam segala urusan dunia maupun urusan akhirat5. Happy milad sayang, semoga barokah sepanjang hayat, makin belajar, makin bermanfaat untuk orang selamat ulang tahun Islami untuk anak1. Barakallahu fii umrik sumber kebahagiaan kami sekeluarga. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berbakti kepada orang Barakallahu fii umrik! Selamat ulang tahun anakku. Ayah dan ibu berdoa semoga kamu tumbuh menjadi anak yang sukses dan bahagia. Barakallah fii umrik buah hati Mama, kehadiranmu di dunia sudah menghiasi hidup kami selama beberapa tahun terakhir ini sampai nanti selamanya. Selamat ulang tahun, Hari ini adalah hari istimewa dalam hidupmu. Mama berharap agar kamu lebih rajin belajar dan bertanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat nantinya. Mama mendoakan agar semua yang terbaik datang kepadamu sayang. Barakallah fii Selamat ulang tahun putri ayah/bunda, semoga dengan bertambah usiamu semakin cantik, semakin dewasa, semakin taat kepada Allah SWT selamat ulang tahun Islami, barakallah fii umrik. Foto Dok. CanvaUcapan ulang tahun Islami untuk sahabat1. Barakalah fii umrik, semoga Allah memenuhi hidupmu dengan saat-saat bahagia tanpa akhir, kejutan indah yang tak terhitung jumlahnya, dan kesuksesan tanpa batas! Selamat ulang tahun."2. Happy Milad sahabatku. Semoga kamu bisa menjadi pribadi yang lebih bertaqwa lagi, dan semoga engkau selalu diberikan rezeki yang berlimpah serta keselamatan di dunia dan akhirat Selamat ulang tahun temanku, yang selalu ada untukku kapanpun. Terima kasih untuk semuanya. Semoga kita bisa selalu saling mendoakan dan mendukung dalam kebaikan, Sahabatku, aku berdoa kepada Allah untuk kemajuan kamu, agar kamu mendapatkan kesuksesan dan menjadi orang yang hebat. Hari ini adalah hari yang spesial dalam hidupmu, aku berdoa untukmu agar kamu bisa menjadikannya luar biasa. Selamat Ulang Tahun Barakallah fii umrik, Allah SWT benar-benar luar biasa telah mengirim teman yang luar biasa sepertimu kepada kami semua. Saya berdoa semoga hari istimewa ini diisi dengan momen-momen indah dan membahagiakan. Simak Video "Young K DAY6 Bakal Manggung di 'Saranghaeyo Indonesia 2023'" [GambasVideo 20detik] eny/eny
BIBLIOTIKA - Pantun adalah bentuk puisi yang terdiri atas empat baris yang bersajak dua-dua, dan biasanya tiap baris terdiri atas empat perkataan atau kalimat. Terkadang membentuk pola sajak a-b-a-b, atau a-a-a-a. Kadang pula membentuk pola sajak a-a-b-b. Dua baris pertama disebut sampiran, sedangkan dua baris berikutnya disebut isi pantun. Berikut ini contoh-contoh pantun seputar akhlak dan sikap yang baik. Kalau anak Anda atau adik Anda kebetulan membutuhkan, contoh-contoh pantun berikut ini bisa dijadikan mata di pagi hariCuci muka hilangkan kantukRendah hatilah seperti padiMakin berisi makin merundukBumi berputar tanah dipijakTanah bergoyang datanglah gempaSiapa yang mau menjadi bijakHarus selalu berlapang dadaHati-hati kalau menyeberangPerhatikanlah keselamatanmuHati-hati di tempat orangJagalah selalu sopan-santunmuBurung merpati burung tekukurTerbang bersama di atas sawahAgar hati selalu bersyukurLihatlah selalu orang di bawahBeli baju berwarna biruBaju baru bermcam-macamAgar hati tenang selaluJangan pernah menyimpan dendamDalam kuali menanak nasiNasi berubah menjadi buburSifat tamak tak kan berhentiSebelum badan masuk ke kuburAyah ibu duduk di kursiKursi anyaman buatan negeriKalau hati menyimpan dengkiKawan menjauh teman pun pergiDi pinggir pantai main ayunanMelambung tinggi tiada terasaBila memanggil dengan senyumanOrang pun datang dengan tertawaHujan deras di tanah merahTanah keras menjadi basahBila sadar telah bersalahRendahkan hati minta maaflahBila datang bubuhkan parafTuliskan nama di dalam bukuKalau sudah memberi maafJangan ungkit salah yang laluGelap siang seperti petangPetir bersahut hujan berderaiJangan potong ucapan orangDengarkan bicara hingga selesaiMenanam pohon di pinggir ladangPohon kecil banyak sekaliSebelum cari kesalahan orangLebih baik berkaca diriBadan basah terkena hujanGanti baju tak kedinginanYang benar ayo kita teruskanYang keliru ayo kita tinggalkanBila yang matang jatuh sendiriYang mentah dipetik dari pohonnyaBila yang muda bisa menghormatiYang tua pun akan menyayanginyaNaik gunung dan terus naikMenuju puncak penuh harapanBicara selalu yang baik-baikAtau diamlah jaga ucapanMembaca buku di dalam tendaTenda dibangun di pinggir sawahBila amarah sudah bicaraYang baik pun tetap jadi masalahMenggulung tali mengikat benangTali mendekat benang menjauhUcapan baik membuat senangUcapan buruk mencipta musuhKuli angkut membawa barangBarang dibawa dalam keretaBila suka menuding orangNanti hidup menuding kitaIndah elok si kayu ukirUkiran kuda di tengah hutanKalau bicara tanpa dipikirSering berakhir di pertengkaranPengantin baru duduk bersandingMembalas senyum tamu undanganKalau kita duduk berundingMasalah sulit kan terpecahkanMerah-merah pakaian badutBadut menari di terik siangHati panas jangan diturutKalau diturut akal pun hilangDalam kamar adik belajarAgar ujian menjadi mudahDukunglah pada yang benarBijaklah pada yang salahIbu memasak sayur dan gulaiUntuk tamu yang akan datangKalau bisa hidup berdamaiUntuk apa mengajak perangAda bunga di meja makanBunga plastik tak pernah layuNiat baik cepat lakukanNiat buruk ditahan duluBunga mawar berwarna merahJatuh setangkai di atas tanahBila ingat berbuat salahSegera datang minta maaflahRumput tumbuh dalam ilalangIlalang mati rumput dibuangTunggulah tunggu yang belum datangLupakan saja yang telah hilangAnak ayam namanya itikBurung kecil namanya piyikApa guna berwajah cantikKalau tak punya hati yang baikHati-hati tertusuk duriDuri tumbuh di tangkai bungaPandailah selalu membawa diriAgar selamat dimana sajaBuah mangga tlah kuning ranumKarena matang jatuh sendiriMenebar senyum mendapat senyumMenebar budi mendapat budiPetir hilang hujan pun redaTanah basah banyak airnyaIndah lagu karena maknanyaIndah manusia karena hatinyaTidur nyaman di atas bantalHarap mimpi indah menarikBila kawan perlukan bekalBekal bagus akhlak yang baikKupu-kupu terbang merendahMelayang di atas bunga melatiBila ada kata yang salahMohon maafkan setulus hati
Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 19. Ibu segala akhlak ialah tempat kebijaksanaan, keberanian, kesucian diri dan keadilan. Dihadapan Tuhan kita semua setara dan sama, yang membedakan itu akhlak With God we are all equally in size and equally same, but categorized by our own manner. ― Albert Einstein Ahli fisika dari Jerman dan Amerika Serikat 1879-1955 Kesabaran adalah akhlak mulia, yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan. ― Imam Syafi'i Mufti besar Sunni Islam dan pendiri mazhab Syafi'i 767-820 M Ketiadaan budaya ilmu bersepadu dalam tamadun hari ini telah mengakibatkan peluasan bencana kehilangan adab. Kebiadaban ini telah melahirkan banyak kerosakan dalam pemikiran dan akhlak manusia serta alam tabii. Dalam pemikiran dan akhlak, kejahilan atau kebebalan dan kemalasan intelektual dikaitkan sebagai alasan dengan pengkhususan; kedayusan moral disebut sebagai toleransi dan kesederhanaan; pembaziran dimaknakan dengan rekreasi atau mempertahankan kedudukan; korupsi akhlak dan ekonomi atau kedua-duanya sekali dimaafkan sebagai lumrah kehidupan moden; dan penjahanaman alam sekitar disebut sebagai harga tabii kemajuan. Apakah akhlak itu untuk dipamerkan kepada orang lain melalui pakaian? Tidak boleh kan? Maka semampu-mampu saya, berpakaian seperti ini untuk mengurangi potensi 'penipuan' saya kepada Anda. ― Emha Ainun Nadjib Seorang seniman, budayawan, penyair, serta intelektual asal Indonesia. 1953- Akal wanita itu setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu. Hati mereka serapuh kaca, kuatkan dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, hiasilah dengan akhlak. ― Jackie Kennedy "First lady" dan istri Presiden John F. Kennedy dari Amerika Serikat 1929-1994 Caci maki dan fitnah sama sekali bukanlah argumentasi dan jauh dari akhlak Islami. Takabur sombong adalah akhlak tercela. ― Imam Syafi'i Mufti besar Sunni Islam dan pendiri mazhab Syafi'i 767-820 M Warisan termahal dan terbaik dari diri kita untuk keluarga, keturunan, dan lingkungan adalah keindahan akhlak kita. ― Abdullah Gymnastiar Pendakwah, penulis buku, pengusaha dari Indonesia 1962- Bagi saya ibu adalah segala-galanya, jalan rezeki dibuka dengan bakti kita pada orang tua, hal yang membuat hati seorang ibu bahagia bukanlah harta, melainkan akhlak seorang anak yang mulia. ― Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia 2014-2019 1965- Kata-kata akhlak - quotes, kata-kata bijak dan kutipan dengan akhlak yang terbaik dan terkenal 19 ditemukan
Ayat alquran tentang perkataan yang baik – Agama islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga lisan dengan perkataan-perkataan yang baik dan mulia. Setiap mukmin dituntut untuk selalu menjaga dirinya dari segala keburukan, baik dalam bentuk perbuatan maupun perkataan. Termasuk menjaga lisan dari ucapan tidak baik adalah tidak mengeluarkan perkataan yang menyakiti, menghina, mengolok-olok, mencela, berkata kotor, mengumpat, dan segala bentuk dosa lisan lainnya. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang kotor HR. Bukhari. Sebagaimana perintah untuk beretika dalam berperilaku, menjaga etika dalam berucap sangat penting untuk diperhatikan. Karena sesungguhnya ucapan yang keluar dari lisan seseorang merupakan cerminan dari isi hatinya. Hati yang bersih akan senantiasa melahirkan perkataan yang bersih juga. Sebaliknya, hati yang kotor akan selalu melahirkan perkataan yang kotor pula. Benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa baik buruknya kondisi hati akan membawa pengaruh bagi seluruh anggota tubuh yang lain, termasuk dalam hal ini adalah lisan. Dengan mengucapkan kata-kata yang baik, seseorang berarti telah bersedekah kepada orang lain dalam bentuk perkataan, yaitu orang lain memperoleh manfaat dari ucapannya itu. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tidak ada sedekah yang paling dicintai oleh Allah selain perkataan yang HR. Baihaqi. Sedangkan orang yang tidak mampu menjaga lisannya dari kata-kata yang buruk, maka keimanannya patut dipertanyakan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau HR. Bukhari dan Muslim. Baca juga Kata mutiara islami tentang berkata jujur Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Perkataan yang Baik Kebaikan seorang muslim salah satunya tercermin dari lisannya yang senantiasa mengeluarkan perkataan-perkataan baik. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang perkataan baik yang sangat penting untuk diketahui bagi setiap muslim, bahwa Allah mendorong hamba-Nya untuk senantiasa menjaga lisannya dengan ucapan yang baik dan bermanfaat. Ayat tentang perkataan yang baik 1 ÙˆÙŽØ¥ÙØ°Ù’ Ø£ÙŽØÙŽØ°Ù’نَا Ù…ÙÙŠØÙŽØ§Ù‚ÙŽ بَنÙÙŠ Ø¥ÙØ³Ù’رَائÙيلَ لَا ØªÙŽØ¹Ù’Ø¨ÙØ¯Ùونَ Ø¥ÙÙ„Ùَا اللÙÙŽÙ‡ÙŽ ÙˆÙŽØ¨ÙØ§Ù„Ù’ÙˆÙŽØ§Ù„ÙØ¯ÙŽÙŠÙ’Ù†Ù Ø¥ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ù‹Ø§ وَذÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’بَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكÙين٠وَقÙولÙوا Ù„ÙلنÙَاس٠ØÙسْنًا ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙيمÙوا الصÙَلَاةَ وَآتÙوا الزÙَكَاةَ ØÙÙ…ÙÙŽ تَوَلÙَيْتÙمْ Ø¥ÙÙ„Ùَا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلًا Ù…ÙنْكÙمْ وَأَنْتÙمْ Ù…ÙØ¹Ù’Ø±ÙØ¶Ùونَ Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, tegakkanlah shalat dan tunaikanlah Tetapi kemudian kamu berpaling mengingkari, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang. – Al-Baqarah 83 Ayat tentang perkataan yang baik 2 وَلْيَØÙ’Ø´ÙŽ الÙَذÙينَ لَوْ تَرَكÙوا Ù…Ùنْ ØÙŽÙ„Ù’ÙÙÙ‡Ùمْ Ø°ÙØ±ÙÙÙŠÙَةً Ø¶ÙØ¹ÙŽØ§Ùًا ØÙŽØ§ÙÙوا عَلَيْهÙمْ ÙَلْيَتÙÙŽÙ‚Ùوا اللÙÙŽÙ‡ÙŽ وَلْيَقÙولÙوا قَوْلًا سَدÙيدًا Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka merasa khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. – An-Nisa 9 Ayat tentang perkataan yang baik 3 أَلَمْ تَرَ كَيْÙÙŽ ضَرَبَ اللÙÙŽÙ‡Ù Ù…ÙŽØÙŽÙ„ًا ÙƒÙŽÙ„Ùمَةً ØÙŽÙŠÙÙØ¨ÙŽØ©Ù‹ كَشَجَرَة٠ØÙŽÙŠÙÙØ¨ÙŽØ©Ù أَصْلÙهَا ØÙŽØ§Ø¨Ùتٌ ÙˆÙŽÙَرْعÙهَا ÙÙÙŠ السÙَمَاء٠* ØªÙØ¤Ù’تÙÙŠ Ø£ÙÙƒÙلَهَا ÙƒÙÙ„ÙÙŽ ØÙÙŠÙ†Ù Ø¨ÙØ¥Ùذْن٠رَبÙÙهَا ÙˆÙŽÙŠÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨Ù اللÙَه٠الْأَمْØÙŽØ§Ù„ÙŽ Ù„ÙلنÙَاس٠لَعَلÙÙŽÙ‡Ùمْ يَتَذَكÙَرÙونَ * ÙˆÙŽÙ…ÙŽØÙŽÙ„Ù ÙƒÙŽÙ„Ùمَة٠ØÙŽØ¨ÙÙŠØÙŽØ©Ù كَشَجَرَة٠ØÙŽØ¨ÙÙŠØÙŽØ©Ù Ø§Ø¬Ù’ØªÙØÙَتْ Ù…Ùنْ Ùَوْق٠الْأَرْض٠مَا لَهَا Ù…Ùنْ قَرَار٠* ÙŠÙØÙŽØ¨ÙÙØªÙ اللÙَه٠الÙَذÙينَ آمَنÙوا Ø¨ÙØ§Ù„ْقَوْل٠الØÙÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ ÙÙÙŠ الْØÙŽÙŠÙŽØ§Ø©Ù الدÙÙنْيَا ÙˆÙŽÙÙÙŠ الْآØÙØ±ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽÙŠÙØ¶ÙÙ„Ù٠اللÙَه٠الظÙَالÙÙ…Ùينَ ÙˆÙŽÙŠÙŽÙْعَل٠اللÙَه٠مَا يَشَاء٠Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat suatu perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit, 24 pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu atas izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. 25 Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, akar-akarnya telah dicabut dari permukaan bumi, tidak dapat tetap tegak sedikit pun. 26 Allah meneguhkan iman orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim. Dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. 27 – Ibrahim 24-27 Ayat tentang perkataan yang baik 4 ÙˆÙŽÙ‚Ùلْ Ù„ÙØ¹ÙبَادÙÙŠ ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙوا الÙَتÙÙŠ Ù‡ÙÙŠÙŽ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠إÙÙ†ÙÙŽ الشÙَيْØÙŽØ§Ù†ÙŽ ÙŠÙŽÙ†Ù’Ø²ÙŽØºÙ Ø¨ÙŽÙŠÙ’Ù†ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¥ÙÙ†ÙÙŽ الشÙَيْØÙŽØ§Ù†ÙŽ ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽ Ù„ÙلْإÙنْسَان٠عَدÙÙˆÙًا Ù…ÙØ¨Ùينًا Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik benar. Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. – Al-Isra 53 Ayat tentang perkataan yang baik 5 ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ…Ùَا مَنْ آمَنَ وَعَمÙÙ„ÙŽ ØµÙŽØ§Ù„ÙØÙ‹Ø§ Ùَلَه٠جَزَاءً الْØÙسْنَى وَسَنَقÙول٠لَه٠مÙنْ أَمْرÙنَا ÙŠÙØ³Ù’رًا Dan adapun orang yang beriman dan beramal kebaikan, maka baginya pahala terbaik sebagai balasan. Dan akan kami sampaikan dengan mudah perintah Kami kepadanya. – Al-Kahfi 88 Ayat tentang perkataan yang baik 6 اذْهَبْ أَنْتَ ÙˆÙŽØ£ÙŽØÙوكَ Ø¨ÙØ¢ÙŠÙŽØ§ØªÙÙŠ وَلَا تَنÙيَا ÙÙÙŠ ذÙكْرÙÙŠ * اذْهَبَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ ÙÙØ±Ù’عَوْنَ Ø¥ÙÙ†ÙÙŽÙ‡Ù ØÙŽØºÙŽÙ‰ * ÙÙŽÙ‚Ùولَا لَه٠قَوْلًا Ù„ÙŽÙŠÙÙنًا لَعَلÙَه٠يَتَذَكÙَر٠أَوْ ÙŠÙŽØÙ’Ø´ÙŽÙ‰ Pergilah engkau dan juga saudaramu dengan membawa tanda-tanda kekuasaan-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku; 42 pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena sungguh dia benar-benar telah melampaui batas; 43 maka berbicaralah kamu berdua kepadanya Fir‘aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. 44 – Thaha 42-44 Ayat tentang perkataan yang baik 7 Ø¥ÙÙ†ÙÙŽ اللÙÙŽÙ‡ÙŽ ÙŠÙØ¯Ù’ØÙل٠الÙَذÙينَ آمَنÙوا وَعَمÙÙ„Ùوا الصÙÙŽØ§Ù„ÙØÙŽØ§ØªÙ Ø¬ÙŽÙ†Ùَات٠تَجْرÙÙŠ Ù…Ùنْ تَØÙ’تÙهَا Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽÙ†Ù’Ù‡ÙŽØ§Ø±Ù ÙŠÙØÙŽÙ„Ùَوْنَ ÙÙيهَا Ù…Ùنْ Ø£ÙŽØ³ÙŽØ§ÙˆÙØ±ÙŽ Ù…Ùنْ Ø°ÙŽÙ‡ÙŽØ¨Ù ÙˆÙŽÙ„ÙØ¤Ù’Ù„ÙØ¤Ù‹Ø§ ÙˆÙŽÙ„ÙØ¨ÙŽØ§Ø³ÙÙ‡Ùمْ ÙÙيهَا ØÙŽØ±Ùيرٌ * ÙˆÙŽÙ‡ÙØ¯Ùوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الØÙÙŽÙŠÙÙØ¨Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙŽÙˆÙ’Ù„Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙØ¯Ùوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ ØµÙØ±ÙŽØ§ØÙ الْØÙŽÙ…Ùيد٠Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutera. 23 Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk pula kepada jalan Allah yang terpuji. 24 – Al-Hajj 23-24 Ayat tentang perkataan yang baik 8 ÙˆÙŽØ¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯Ù الرÙÙŽØÙ’مَن٠الÙَذÙينَ يَمْشÙونَ عَلَى الْأَرْض٠هَوْنًا ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ ØÙŽØ§ØÙŽØ¨ÙŽÙ‡Ùم٠الْجَاهÙÙ„Ùونَ قَالÙوا سَلَامًا Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu ialah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata yang menyakitkan, mereka mengucapkan “salam,â€. – Al-Furqan 63 Ayat tentang perkataan yang baik 9 مَنْ كَانَ ÙŠÙØ±ÙÙŠØ¯Ù Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ²Ùَةَ ÙÙŽÙ„ÙÙ„ÙÙŽÙ‡Ù Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ²Ùَة٠جَمÙيعًا Ø¥Ùلَيْه٠يَصْعَد٠الْكَلÙم٠الØÙÙŽÙŠÙÙØ¨Ù وَالْعَمَل٠الصÙÙŽØ§Ù„ÙØÙ ÙŠÙŽØ±Ù’ÙَعÙه٠وَالÙَذÙينَ ÙŠÙŽÙ…Ù’ÙƒÙØ±Ùونَ السÙÙŽÙŠÙÙØ¦ÙŽØ§ØªÙ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ عَذَابٌ شَدÙيدٌ وَمَكْر٠أÙولَئÙÙƒÙŽ Ù‡ÙÙˆÙŽ يَبÙور٠Barangsiapa menginginkan kemuliaan, maka ketahuilah bahwa kemuliaan itu semuanya hanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan Dia akan mengangkat amal kebajikan. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan, mereka akan memperoleh azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. – Fathir 10 Ayat tentang perkataan yang baik 10 وَمَنْ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠قَوْلًا Ù…ÙÙ…Ùَنْ دَعَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللÙَه٠وَعَمÙÙ„ÙŽ ØµÙŽØ§Ù„ÙØÙ‹Ø§ وَقَالَ Ø¥ÙÙ†ÙÙŽÙ†ÙÙŠ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùينَ * وَلَا تَسْتَوÙÙŠ الْØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù وَلَا السÙÙŽÙŠÙÙØ¦ÙŽØ©Ù ادْÙَعْ Ø¨ÙØ§Ù„ÙَتÙÙŠ Ù‡ÙÙŠÙŽ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ الÙَذÙÙŠ بَيْنَكَ وَبَيْنَه٠عَدَاوَةٌ ÙƒÙŽØ£ÙŽÙ†ÙÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙÙŠÙÙŒ ØÙŽÙ…Ùيمٌ * وَمَا ÙŠÙÙ„ÙŽÙ‚Ùَاهَا Ø¥ÙÙ„Ùَا الÙَذÙينَ صَبَرÙوا وَمَا ÙŠÙÙ„ÙŽÙ‚Ùَاهَا Ø¥ÙÙ„Ùَا ذÙÙˆ ØÙŽØ¸Ù٠عَظÙيم٠* ÙˆÙŽØ¥ÙÙ…Ùَا يَنْزَغَنÙÙŽÙƒÙŽ Ù…ÙÙ†ÙŽ الشÙَيْØÙŽØ§Ù†Ù نَزْغٌ ÙÙŽØ§Ø³Ù’ØªÙŽØ¹ÙØ°Ù’ Ø¨ÙØ§Ù„Ù„Ùَه٠إÙÙ†ÙÙŽÙ‡Ù Ù‡ÙÙˆÙŽ السÙÙŽÙ…Ùيع٠الْعَلÙيم٠Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan amal kebajikan dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim yang berserah diri†33 Dan tidaklah sama antara kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan menjadi seperti teman setia. 34 Dan sifat-sifat yang baik itu tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang bersabar dan tidak pula dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. 35 Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 36 – Fusshilat 33-36 Ayat tentang perkataan yang baik 11 ØÙŽØ§Ø¹ÙŽØ©ÙŒ وَقَوْلٌ مَعْرÙÙˆÙÙŒ ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ عَزَمَ الْأَمْر٠Ùَلَوْ صَدَقÙوا اللÙÙŽÙ‡ÙŽ لَكَانَ ØÙŽÙŠÙ’رًا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Yang lebih baik bagi mereka adalah ketaatan kepada Allah dan bertutur kata yang baik. Sebab apabila perintah perang ditetapkan mereka tidak menyukainya. Padahal jika mereka benar-benar beriman kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. – Muhammad 21 Perkataan atau ucapan yang baik merefleksikan kebaikan iman seseorang. Semoga beberapa ayat alquran tentang perkataan baik di atas bisa menjadi nasehat diri untuk selalu menjaga lisan dari perkataan buruk dan tidak bermanfaat.
Dari An Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabdaالبر حسن الخلق“Kebajikan itu keluhuran akhlaq”[1]Hadits ini memiliki beberapa kandungan sebagai berikutHadits ini menunjukkan urgensi akhlak dalam agama ini, karena nabi shallallahu alaihi wa sallam memberitakan bahwa seluruh kebajikan terdapat dalam keluhuran akhlak. Dengan demikian, seorang yang baik adalah seorang yang luhur Ibnu Rajab al Hambali rahimahullah menjelaskan makna kata al birr kebajikan yang terdapat dalam hadits di atas. Beliau berkata,من معنى البر أن يراد به فعل جميع الطاعات الظاهرة والباطنة كقوله تعالى ولكن البر من آمن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين وآتى المال على حبه ذوي القربى واليتامى والمساكين وابن السبيل والسائلين وفي الرقاب وأقام الصلاة وآتى الزكاة والموفون بعهدهم إذا عاهدوا والصابرين في البأساء والضراء وحين البأس أولئك الذين صدقوا وأولئك هم المتقون[Diantara makna al birr adalah mengerjakan seluruh ketaatan, baik secara lahir maupun batin. Makna seperti ini tertuang dalam firman Allah ta’ala,لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ ١٧٧“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. MerekaiItulah orang-orang yang benar imannya; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” Al Baqarah 177.][2]Dari penjelasan Ibnu Rajab dan teks ayat dalam surat Al Baqarah tersebut, kita dapat memahami dengan jelas bahwa yang dinamakan kebajikan al birr turut mencakup keimanan yang benar terhadap Allah, mengerjakan perintah-Nya dan tentunya meninggalkan larangan-Nya, serta berbuat kebajikan terhadap sesama makhluk juga bisa menyatakan, – berdasarkan hadits An Nawwas radhiallahu anhu di atas-, bahwa seorang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang benar, mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan berbuat kebajikan terhadap sesama adalah seorang yang berakhlak luhur, karena nabi shallallahu alaihi wa sallam mendefinisikan al birr dengan keluhuran akhlak, dan pada ayat 177 surat Al Baqarah di atas Allah menjabarkan berbagai macam bentuk al kata lain, seorang yang berakhlak luhur adalah seorang yang mampu berakhlak baik terhadap Allah ta’ala dan sesamanya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,حُسْن الْخُلُق قِسْمَانِ أَحَدهمَا مَعَ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ ، وَهُوَ أَنْ يَعْلَم أَنَّ كُلّ مَا يَكُون مِنْك يُوجِب عُذْرًا ، وَكُلّ مَا يَأْتِي مِنْ اللَّه يُوجِب شُكْرًا ، فَلَا تَزَال شَاكِرًا لَهُ مُعْتَذِرًا إِلَيْهِ سَائِرًا إِلَيْهِ بَيْن مُطَالَعَة وَشُهُود عَيْب نَفْسك وَأَعْمَالك .وَالْقِسْم الثَّانِي حُسْن الْخُلُق مَعَ النَّاس .وَجَمَاعَة أَمْرَانِ بَذْل الْمَعْرُوف قَوْلًا وَفِعْلًا ، وَكَفّ الْأَذَى قَوْلًا وَفِعْلًا[Keluhuran akhlak itu terbagi dua. Pertama, akhlak yang baik kepada Allah, yaitu meyakini bahwa segala amalan yang anda kerjakan mesti mengandung kekurangan/ketidaksempurnaan sehingga membutuhkan udzur dari-Nya dan segala sesuatu yang berasal dari-Nya harus disyukuri. Dengan demikian, anda senantiasa bersyukur kepada-Nya dan meminta maaf kepada-Nya serta berjalan kepada-Nya sembari memperhatikan dan mengakui kekurangan diri dan amalan anda. Kedua, akhlak yang baik terhadap sesama. kuncinya terdapat dalam dua perkara, yaitu berbuat baik dan tidak mengganggu sesama dalam bentuk perkataan dan perbuatan].[3]Terdapat persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa makna keluhuran akhlak akhlakul karimah terbatas pada interaksi sosial yang baik dengan sesama. Hal ini kurang tepat, karena menyempitkan makna akhlakul karimah, silahkan anda lihat kembali penjelasan di terkadang terdapat selentingan perkataan yang terkadang terucap dari seorang muslim, yang menurut kami cukup fatal, seperti perkataan, “Si fulan yang non muslim itu lebih baik daripada fulan yang muslim” atau ucapan semisal. Ucapan ini terlontar tatkala melihat kekurangan akhlak pada saudaranya sesama muslim, kemudian dia membandingkan saudaranya tersebut dengan seorang kafir yang memiliki interaksi sosial yang baik dengan itu cukup fatal karena seorang muslim yang bertauhid kepada Allah, betapa pun buruk akhlaknya, betapapun besar dosa yang diperbuat, tetaplah lebih baik daripada seorang kafir, yang berbuat syirik kepada Allah ta’ala. Hal ini mengingat dosa syirik menduduki peringkat teratas dalam daftar yang memiliki interaksi sosial yang baik terhadap sesama, namun dia tidak menyembah Allah atau tidak menauhidkannya dalam segala bentuk peribadatan yang dilakukannya, maka dia masih dikategorikan sebagai seorang yang berahlak demikian? Hal itu dikarenakan dia tidak merealisasikan pondasi keluhuran akhlak, yaitu berakhlak yang baik kepada sang Khalik yang telah mencurahkan berbagai nikmat kepada dirinya dan seluruh makhluk. Dan bentuk akhlak yang baik kepada Allah adalah dengan menauhidkan-Nya dalam segala peribadatan, karena tauhid merupakan hak Allah kepada setiap hamba-Nya sebagaimana dinyatakan dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhu.[4]Hal ini pun dipertegas dalam hadits Aisyah radhiallahu anhu. Beliau bertanya kepada rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, [Wahai rasulullah! Ibnu Jud’an, dahulu di zaman jahiliyah, adalah seorang yang senantiasa menyambung tali silaturahim dan memberi makan orang miskin, apakah itu semua bermanfaat baginya kelak di akhirat? Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab,لاَ يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى يَوْمَ الدِّينِ“Hal itu tidak bermanfaat baginya karena dia tidak pernah sedikit pun mengucapkan, “Wahai Rabb-ku, ampunilah dosa-dosaku di hari kiamat kelak.”][5]Ibnu Jud’an adalah seorang yang memiliki akhlak yang baik kepada sesama manusia, meskipun demikian, keluhuran akhlaknya kepada manusia tidak mampu menyelamatkannya dikarenakan dia tidak menegakkan pondasi akhlak, yaitu akhlak yang baik kepada Allah dengan beriman dan bertauhid disebutkan di atas bahwa bentuk akhlak yang baik kepada Allah adalah dengan menauhidkan-Nya. Berdasarkan hal ini kita bisa menyatakan bahwa seorang yang mempersekutukan Allah dalam peribadatannya berbuat syirik adalah seorang yang berakhlak buruk, meski dia dikenal sebagai pribadi yang baik kepada pula, kita bisa menyatakan dengan lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikenal akan kebaikannya kepada sesama manusia, jika dia berbuat syirik seperti memakai jimat[6], mendatangi dukun[7], menyembelih untuk selain Allah[8], mendatangi kuburan para wali untuk meminta kepada mereka[9], maka dia adalah seorang yang berakhlak dari penjelasan di atas, kita bisa memahami perkataan Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah rahimahullah berikut,الذنوب مع صحة التوحيد خير من فساد التوحيد مع عدم هذه الذنوب[“Berbagai dosa yang terdapat pada diri seorang, namun masih dibarengi dengan tauhid yang benar itu masih lebih baik daripada tauhid yang rusak meskipun tidak dibarengi dengan berbagai dosa.”][10]Jangan dipahami bahwa beliau mengenyampingkan atau menganggap ringan perbuatan dosa dengan perkataan tersebut. Namun, beliau menerangkan bahwa perbaikan tauhid dengan menjauhi kesyirikan merupakan proritas pertama yang harus diperhatikan oleh kita sebelum menjauhi berbagai bentuk dosa lain yang tingkatannya berada di bawah dosa lain dari penyempitan makna akhlak sebagaimana dikemukakan di atas adalah anggapan bahwa akhlak yang baik kepada manusia itu lebih penting daripada tauhid. Akibatnya, rata-rata materi dakwah para da’i adalah berkutat pada upaya menyeru manusia untuk berbuat baik pada sesamanya dan menomorduakan dakwah tauhid, kalau tidak mau dikatakan bahwa mereka memang tidak pernah menyampaikan materi tauhid kepada mad’ ini tidak lain disebabkan karena mereka belum mengetahui definisi akhlak yang disebutkan oleh para ulama seperti yang dikemukakan oleh Imam Ibnu Rajab dan Ibnul Qayyim rahimahumallah di atas. Sehingga, tatkala mereka membaca hadits-hadits nabi seperti, “ Kebajikan itu keluhuran akhlaq “; “Tidak ada amalan yang lebih berat apabila diletakkan di atas mizan daripada akhlak yang baik.”; “Apa karunia terbaik yang diberikan kepada hamba?, nabi menjawab. “Akhlak yang baik.”, mereka berkeyakinan bahwa hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa berakhlak baik kepada sesama lebih tinggi derajatnya daripada menauhidkan Allah ta’ala secara akhir artikel ini, kami kembali mengingatkan bahwa akhlak yang baik kepada Allah, itulah yang harus menjadi fokus perhatian dalam pembenahan diri kita, dan yang menjadi fokus utama adalah bagaimana kita berusaha membenahi tauhid kita kepada Allah. Jika kita memiliki interaksi yang baik dengan-Nya, dengan menauhidkan-Nya, mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Allah ta’ala akan memudahkan kita untuk berinteraksi yang baik baca berakhlak yang baik dengan sesama. Itulah makna yang kami pahami dari sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam,من التمس رضى الله بسخط الناس رضي الله عنه وأرضى الناس عنه ومن التمس رضا الناس بسخط الله سخط الله عليه وأسخط عليه الناس[“Barangsiapa mencari ridha Allah meski dengan mengundang kemurkaan manusia, niscaya Allah akan ridha kepadanya dan akan membuat manusia juga ridha kepadanya. Dan barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan mengundang kemurkaan Allah, niscaya Allah akan murka kepadanya dan akan membuat manusia turut murka kepadanya.”][11]Waffaqaniyallahu wa dari al Mau’izhatul Hasanah fil Akhlaqil Hasanah karya Syaikh Abdul Malik RamadhaniBuaran Indah, Tangerang, Banten 29 Jumadits Tsani 1431 Muhammad Nur Ichwan MuslimArtikel HR. Muslim 2553.[2] Jami’ul Ulum wal Hikam hlm. 252-253. Asy Syamilah.[3] Tahdzibus Sunan sebagaimana tertera dalam catatan kaki Aunul Ma’bud 13/91.[4] HR. Bukhari 5912; Muslim 30.[5] HR. Muslim 214.[6] Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakai jimat, sungguh dia telah berbuat syirik.” HR. Ahmad 17458.[7] Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkan perkataannya, atau mengauli istrinya yang sedang haidh, menyetubuhi dubur istrinya, maka sesungguhnya dia telah berlepas diri dari ajaran yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.” HR. Abu Dawud 3408; Tirmidzi 135; dan selain mereka.[8] Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat orang yang menyembelih baca memberikan sesajen untuk selain Allah.” HR. Muslim 1978.[9] Allah ta’ala berfirman mengenai ucapan orang-orang musyrik, yang artinya, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan, dan mereka berkata “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada Kami di sisi Allah.” Yunus 18.[10] Al Istiqamah 1/466; Asy Syamilah.[11] HR. Ibnu Hibban 276.
ucapan yang baik akan membawa kepada akhlak